Saat ini saya sedang mengikuti kelas Bahasa Arab. Materinya adalah Kitab Aisar, yaitu berisi syarah atau penjelasan kitab Al Jurumiyah. Kitab itu berisi nahwu atau kaidah2 Bahasa Arab. Ini adalah kitab klasik yang terkenal, dan banyak dipakai oleh orang-orang yang sedang belajar Bahasa Arab. Kitabnya berbahasa Arab dan gundul pula alias tanpa harakat.
Metodenya adalah, sebelum Ustadz memberikan materi, terlebih dahulu kita harus mengerjakan PR yaitu memberi harakat dan menerjemahkan materi yang akan dibahas pada setiap akhir pekan. Tugasnya dikerjakan berkelompok. Jika ada kelompok yang tidak mengerjakan maka kita sekelompok akan di DO.
Tugas lainnya adalah tugas individu, yaitu memberi harakat dan menerjemahkan kaidah bahasa Arab juga, tapi ini bukan dari kitab, melainkan dari Ustadznya. Setelah itu kita menguraikan per kata, jenis katanya, kedudukan dalam kalimat, mabniy apa mu'rab, tandanya apa. Tugas individu jika tidak dikerjakan sekali saja maka kita akan di DO.
Tugas itu diberikan seminggu sekali, deadline hari Sabtu. Nah, biasanya aku minta bantuan teman2 yang bisa Bahasa Arab. Aku sering mentok kalau nerjemahin, jadinya kok aneh banget terjemahannya. Nah teman2ku inilah tempatku bertanya, dan mereka membantuku sehingga terjemahannya lebih luwes. Tapi lama2 aku malu juga tanya2 terus.
Siang ini aku ngerjain tugas kelompok dan individu ditemani kakak I. Iseng2 aku tanya2, lho ternyata dia bisa. Dia selama ini memang belajar Bahasa Arab dengan cara membaca kitab Nahwu klasik juga, tapi beda dengan kitabku.
Aku gak nyangka ternyata dia sekarang lebih lancar dari aku, baik ketika memberi harokat maupun menerjemahkan artinya. Alhamdulillah, sekarang kita bisa belajar bareng.
#KuliahBunsayIIP
#Level9
#ThinkCreative
#Day5
No comments:
Post a Comment