Saturday, 20 January 2018

Family Project #10

Project merapikan baju masih berlanjut. Saya baru sempat menyortir baju yang akan dipakai,  ditaruh di atas. Kakak I menaruh2 baju. Sudah kecapekan semua hari inu karena tadi kami  berjalan2 ke taman.

Ini project baru juga, olahraha di taman. Bangun tidur gak boleh tidur lagi,  kakak I lari di pinggir danau,  kami bertiga berjalan. Semoga berlanjut besok dan tiap weekend.

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day10
#FamilyProject

Family Project #9

Project Tarbiyah dari sekolah alhamdulillah membuat H jadi punya habit positif. Mengucapkan salam tiap bertemu dan berpisah,masuke rumah keluar rumah alhamdulillah dengan kesadaran.

Kami tambahkan lagi dengan berdoa setiap memulai aktivitas. Sekarang H berdoa dengan serius, sambil mengangkat tangan,  diikuti dengan terjemahan bhs Inggrisnya. Doa mau makan dan setelahnya, mau tidur, bangun tidur,  masuk dan keluar toilet, keluar rumah, naik kendaraan. Alhamdulillah.

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day9
#FamilyProject

Thursday, 18 January 2018

Family Project #8

Project berikutnya adalah membiasakan si adik menyiapkan keperluannya sendiri. Sekarang dia sudah kelas 1, tapi perlengkapan sekolahnya masih saya yang menyiapkan.

Tahap pertama adalah bersama2 membuat list, yaitu menyiapkan baju seragam,  kaos kaki,  songkok,  menyiapkan buku sesuai jadwal, menyiapkan bekal dan air minum.

Malam2 dia harus mencek perlengkapan2 tersebut,  kecuali bekal di pagi hari. Lalu ditaruh di tas dan untuk seragam digantungkan. Semoga dia bisa diajak bekerjasama.

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day8
#FamilyProject

Family Project #7

Sebelumnya kami sekeluarga sudah menerapkan metode konmari. sejauh ini masih berjalan, lumayan mengirit tempat.

Yang perlu ditingkatkan adalah,  kami perlu rolling baju2 agar tidak memakai baju yg itu2 saja. Jadi saya berencana mengajak si kakak untuk memilah lagi baju2nya.

Selama ini baru terfikir,  kami akan bikin jadwal baju apa yang akan dipakai untuk seminggu. Lalu kami taruh di rak khusus,  dan ditaruh di bagian paling atas. Lalu yang sudaj sering dipakai akan ditaruh di rak paling bawah. Semoga cara ini efektif.

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day7
#FamilyProject

Tuesday, 16 January 2018

Family Project #6

Ada sedikit gangguan nih di project rumah kita. Tadi malem si adik gatel tangannya lalu bikin beberapa batu bata roboh. Gak roboh semua sih,  tapi si kakak jadi marah karena dia udah capek membuatnya. Ya sudah nanti ibu bantuin kalau ada waktu senggang.

Si adik dinasehatagar tidak usil lagi. Karena dia pingin juga rumahnya cepat jadi. Okay,  sorry....

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day6
#FamilyProject

Monday, 15 January 2018

Family Project #5

H ada project dari sekolah yang merupakan project keluarga. Ini adalah project pelajaran Tarbiyah untuk character development. Project pertama ini adalah membiasakan salam di antara anggota keluarga. Anak dibiasakan untuk mengucapkan salam bila bertemu dan berpisah. Lalu dilaporkan tiap hari. Di halaman terakhir dilampirkan foto sang anak sedang salam kepada ortunya.

Selain itu ada aktivitas mewarnai kalimat Assalaamu 'alaikum dan Wa 'alaikumussalam.

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day5
#FamilyProject

Family Project #4

Masih melanjutkan membangun rumah2an, ternyata susah juga ya. Adiknya mulai bosan, dia cuma memperhatikan kakaknya yang bikin dan berharap cepat2 jadi :D Padahal dia sendiri yang pingin.

Tapi memang itu belum cocok buat anak kecil, tapi kalau gak dibikin nanti si adik kecewa.

Ternyata si kakak malah keasyikan,  pingin terus sampai selesai,  tapi sayang sudah malam,  dan tugas sekolah belum dibikin. Ya sudah lanjut lagi nanti malam.

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day4
#FamilyProject

Sunday, 14 January 2018

Family Project #3

Fampro yang sudah durencanakan sementara ditunda dulu,  karena ternyata si bocah pingin bikin rumah dari batu bata kecil2. Ini adalah mainan kakaknya waktu masih TK.

Dulu kami berdua si kakak pernah membuat rumah sampai jadi, lalu karena pindahan,  rumah itu kami bongkar. Jadi di batu batanya masih nempel mortar yang perlu dibersihkan.

Tahap pertama adalah membersihkan mortar. Saya kikis dengan penghalus kuku yang terbuat dari logam. Lumayan banyak juga yang harus dikikis. Mortarnya bisa dipakai lagi, lumayan banyak juga. Lalu besoknya si adik nagih. Karena sudah malam,  maka saya minta tolong si kakak, saya mesti nyuci piring dulu.

Jadilah itu project adik kakak. Si adik mengoles2 mortar ke batu bata,  si kakak yang nempel2in. Setelah agak tinggi ternyata pintunya lupa dipasang. Dibongkar lagi deh rumahnya,  tapi gak semua. Lalu batu batanya direndam untuk membersihkan mortar. Cara ini lebih cepat, tapi beberapa mortar yang larut terbuang. Sementara berhenti dulu, dilanjut besoknya.

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day3
#FamilyProject

Saturday, 13 January 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #10

Melalui infografis yang menarik, kelompok 10 menyajikan presentasi berjudul Mengapa Orangtua Perlu Memahami Fitrah Seksualitas.

Orangtua adalah fihak pertama yang bertanggungjawab dalam meluruskan fitrah seksual pada anak, karena merekalah yang wajib mendidik anak menjadi sholih dan sholihah.

Anak2 perlu mendapat pemahaman yang benar sehingga fitrahnya berjalan lurus sesuai aturan agama. Proses pengenalannya disesuaikan dengan perkembangan dan usianya. Berikut ini saya attach infografis dari kelompok 10, terimakasih kelompok 10 ...

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day10
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #9

Kelompok 9 menyajikan sesuatu yang berbeda, yaitu memberi hadiah media edukasi untuk memperkuat fitrah seksualitas anak2.

https://youtu.be/QZAnLd-34dA

Origami pakaian pria
https://youtu.be/Q1hUH6BRleM

Origami pakaian perempuan
https://youtu.be/iKHH_p-TMo0

https://youtu.be/kIoEbbGC_7k

Aktivitas di buku Slow and Steady Get Me Ready.

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day9
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #8

Materi ke 8 adalah tentang fitrah seksualitas pada remaja. Berikut ini beberapa poin yang menjadi catatan saya:

1. Adanya rasa ingin tahu anak tentang seksualitas,  sehingga anak harus mendapat informasi yang benar.

2. Remaja belum tahu hakikat tentang seks dan ortu masih menganggap tabu.

3. Pendidikan seks mulai dari anak2 sampai pra nikah,  agar sesuai dengan kaidah agama.

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day8
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #7

Presentasi ke 7 ini saya mendapatkan pemahaman tentang fitrah seksualitas menurut Islam.

1. Toilet training,  tentang bagaimana menjaga privasi aurat besar,  adab di toilet,  membersihkan kemaluan dari najis.

2. Menanamkan rasa malu, konsep aurat.

3. Menanamkan jiwa maskulin dan feminin melalui pakaian,permainan dan aktivitas sehari2.

4. Konsep seksualitas dalam sholat,  tentang aurat dalam sholat, pemisahan shaf laki2 dan wanita, peran laki2 dan wanita dalam sholat dimana laki2 adalah imam.

5. Memisahkan tempat tidur laki2 dan perempuan.

6. Mengajarkan waktu berkunjung ke kamar orangtua.

7. Membersihkan alat kelamin.
8. Menjaga pandangan.
9. Mengenalkan mahram.
10. Konsep ikhtilat dan khalwat.
11. Etika berhias.
12. Ihtilam dan haid.

Konsep yang sempurna sekali,  saya harus mulai menerapkannya.

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day7
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #6

Pada hari ke 6, kelompok kami mendapat giliran presentasi. Berikut isi presentasi kami :

"Pengaruh pola asuh orang tua terhadap fitrah seksualitas anak"

Disusun Oleh :

1. Ai Santiani

2. Eva Novita

3. Maria Ulfah

4. Novi Fitriani

Kasus Pola asuh 1:

Rika adalah anak tunggal yang dibesarkan dalam keluarga yang sangat berkecukupan. Ayahnya direktur di perusahaan tekstile, sementara ibunya mengelola bisnis online dari rumahnya.

Rika adalah anak yang sangat dinantikan kehadirannya oleh orang tuanya setelah bertahun tahun menikah. Saking bahagianya, Rika dibesarkan dalam kondisi segala kebutuhannya terpenuhi. Mainan yang bervariasi, makanan yang tak pernah kekurangan serta kasih sayang yang berlebih dari kedua  orang tuanya.

Rika tumbuh menjadi anak yang manja. Nyaris tidak ada peraturan di rumahnya. Menjelang remaja, Rika bergaul dengan siapapun yang dia mau, termasuk dengan lelaki yang disukainya.

Menurut bunda bunda, bagaimana fitrah seksual Rika jika dikaitkan dengan pola asuh yang didapatnya selama ini?

Kasus 2:

Hary adalah seorang siswa kelas 2 SD di sebuah sekolah favorit di kotanya. Hani, makanya juga bersekolah di sekolah yang sama, kelas 5 SD. Orangtua mereka bersedia mengeluarkan biaya sekolah yang sangat besar demi anak anak mereka agar bisa diterima dan bersekolah disana. Dengan bangganya mereka akan memberitahukan kbahwa anak anak mereka bersekolah disana saat ada yang menanyakannya.

Setelah pulang sekolah, hampir setiap hari, Hary dan Hani harus mengikuti berbagai kursus lainnya yang ditentukan orangtua mereka. Mereka hanya mengikuti kegiatan yang ditentukan oleh orangtua nya...

Hingga saat bertemu temannya di sekolah dan saling bercerita, mereka tau bahwa ternyata temannya ada yang diberi kebebasan oleh orang tuanya....

Menurut bunda bunda ,bagaimana dampak pola asuh yang dialami Hani dan Hary?

Kasus 3:

Devi adalah anak pertama dari 3 bersaudara dan dibesarkan dalam keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru SD yang berdedikasi.

 Ibunya berjualan nasi uduk di rumahnya. 

Devi adalah siswa SMA di sebuah sekolah negeri favorit di kotanya. Adiknya, Hasan, adalah siswa SMP di dekat rumahnya. Sementara adiknya yang paling kecil masih sekolah di SDIT yang tak jauh dari rumahnya.

Ayahnya adalah seorang ayah yang menyenangkan bagi anak anaknya. Setiap malam, saat makan, ayahnya sering mengajak diskusi berbagai hal, termasuk Masalah yang sedang dialami anak anaknya. Mereka mendiskusikan masalah bersama dan menyusun solusi bersama untuk setiap masalah yang dihadapi orang tuanya. 

Suatu hari, Hasan didapati membawa teman perempuan ke rumahnya dan memperkenalkan pada anggota keluarganya bahwa teman perempuannya sebagai pacar barunya.

Bagaimana reaksi keluarga Hasan? Diskusi yuks

Utk melengkapi presentasi kami hari ini 

Berikut keterangan tentang pola asuh orang tua (di attachment files) .

Kesimpulan :

Pola Asuh orang tua ternyata berpengaruh terhadap fitrah seksualitas anak. Maka orang tua mesti menyadarkan diri & mengaktifkan kembali fitrah keayahbundaannya agar mampu membangkitkan fitrah seksualitas anak dgn paripurna serta membangun konsep diri anak yg positif sehingga anak tumbuh sehat jiwa, mental, spiritual, emosi dan seksualnya

Media Edukasi

https://steller.co/s/7mvApLGnVeu

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day6
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #5

Materi ke 5, saya disadarkan kembali sebagai orangtua untuk hadir,  dalam proses fitrah seksualitas anak. Hadir bukan sekedar ada,  tapi benar2 tulus membersamai anak2, terlibat langsung sehingga menjadi mitra anak.

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day5
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #4

Menguatkan konsep gender pada anak, laki2 merasa bangga sebagai anak laki2, perempuaa merasa bangga sebagai anak perempuan.

Lalu bagi anak laki2 menjelang baligh adalah memperkenalkan bagaimana mimpi basah, peran ayah sangat diperlukan. Anak perlu diperkenalkan apa itu madzi,  mani.

Lalu anak2 juga wajib mengetahui konsep aurat dan hukum2nya. 

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day4
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #3

Pada pemaparan materi ke 3 ini saya mendapat pemahaman baru tentang penguatan fitrah seksualitas sesuai usia. Saya belum pernah melakukannya untuk anak2. Anak pertama sepertinya tahu dengan sendirinya. Anak kedua rasanya perlu dikuatkan konsepnya.

Catatan dari kelompok 3 yang ingin saya ajarkan ke anak kedua (ijin copas,  terimakasih kelompok 3):

Mohon penjelasan ttg penguatan konsepsi gender 3-6 tahun..
Yang seperti apa ya?

jawab :
-Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan Imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.
-Bantu anak memahami perbedaan perilaku yg boleh & tidak boleh dilakukan di depan umum, contoh saat anak selesai mandi harus menggunakan baju di dalam kamar mandi atau di kamarnya
-Ajari anak untuk mengetahuiperbedaan anatomi tubuh pria & wanita dalam kalimat sederhana sesuai dengan perkembangan kognitif anak. Jelaskan proses tubuh seperti  hamil, melahirkan
-Ajari anak untuk mengetahui nama yang benar setiap bagian tubuh dengan bahasa yg baku

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day3
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Thursday, 11 January 2018

Family Project #2

Project untuk anak kedua, baru membuat rencana hari ini. Sama seperti kakaknya,  projectnya adalah membaca kisah Rasulullah dan kisah2 Islami,  tapi sumbernya disesuaikan dengan umurnya. Kami mempunyai beberapa buku,  sebagian sudah dibaca.

Selain itu karena dia sudah masuk kelas 1 tahun ini, saya berencana membuat aktivitas yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah,  tapi dengan cara yang lebih menarik. Misalnya,  matematika melalui permainan,  sains melalui eksperimen,  tarbiyah melalui kisah2 Islami.

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day2
#FamilyProject

Wednesday, 10 January 2018

Family Project #1

Selama 2 minggu terakhir ini emak rempong banget ngurusin yang baru masuk SD. Rencana kegiatan bersama anak2 jadi macet. Hari ini baru mau menyusun rencana lagi.

Rencana saya buat 2, karena anak pertama dan kedua jaraknya 9 tahun, sudah berbeda generasi, sehingga agar efektif masing2 punya project sendiri2.

Untuk kakaknya yang berumur 16 tahun, kami sebenarnya sudah memulai sejak libur sekolah sebulan yang lalu. Yang sudah berjalan adalah belajar Sirah Nabi. Kami bersama2 membaca buku Martin Lings lalu saling bercerita, ingin meniru metode Charlotte Mason, tapi kita narasi bersama2, karena saya juga ikut baca dan belajar juga.

Sumber kedua adalah berbentuk audio. Kedua sumber ini akan kami bandingkan.

Project kedua adalah belajar programming yaitu Phyton. Ini karena anak pertamaku ingin magang di bidang IT liburan akhir tahun, jadi perlu bekal programming. Saya juga sama2 belajar karena saya juga ingin tahu. Kami belajar dari codeacademy dan code.org.

Project ketiga adalah belajar membatik dan melukis di kain. Saya sudah lama beli kit batik dari museum batik di Yogyakarta,  dan sudaj baca2 bukunya dan tutorial di youtube juga.

Sedangkan belajar melukis di kain,  saya ikut kelas online di fb.

Rencananya,  kami ingin memakai kain2 tsb untuk membuat tas atau tempat pensil. Bismillah semoga bisa

#KuliahBunsayIIP
#Level3
#Day1
#FamilyProject

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #2

Materi presentasi hari kedua sangat padat. Saya menemukan hal baru dari materi tersebut. Tapi ada sedikit perbedaan dengan materi sebelumnya. Di materi sebelumnya,  dikatakan sebaiknya umur 7-10 tahun, anak perempuan dekat dengan ibunya dan anak  laki2 dekat dg ayahnya,  agar anak mendaoat contoh tentang figur sesuai gendernya. Tapi di materi ke 2, umur 5-12 anak perempuan didekatkan pada ayahnya. Saya lebih setuju dengan pendapat materi pertama, karena anak2 umur segitu masih perlu mendapat contoh bagaimana dirinya berperan sesuai gendernya.

Hal baru yang saya dapatkan dari materi kedua adalah :
- adanya fase2 pemuasan libido berdasarkan umur
- bentuk2 penyimpangan seksual yang perlu diwaspadai
- bagaimana mencegah terjadinya penyimpangan seksual yang ternyata dimulai sejak anak dalam kandungan.

Materi kelompok 2 ini dirangkum dalam infografis yang disusun oleh kelompok 2. Terimakasih kelompok 2 atas materinya,  ijin menyimpan untuk catatan saya di blog ini.

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#Day2

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #1

Ide pembelajaran di level 11 ini berneda dari sebelumnya,  membuat kami lebih aktif mencari dan mengolah informasi,  tidak hanya menelan teori2.

Materi hari 1 adalah Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada Anak. Fitrah seksualitas yang tumbuh secara sehat akan menghindarkan anak dari perilaku yang menyimpang. Banyak hal baru yang saya pelajari dari presentasi ini.

1. Perlunya kehadiran ayah dan ibu secara seimbang.

2. 0-2 tahun : anak dekat dengan ibunya
3-6 tahun : anak dekat dengan ayah dan ibunya
7-9 tahun : anak laki2 dekat dengan ayahnya dan anak perempuan dekat dengan ibunya, sehingga anak tahu bagaimana berperan sesuai dengan gendernya
10-14 tahun : anak laki2 dekat dengan ibunya dan anak perempuan dekat dengan ayahnya, sehingga anak bisa berempati terhadap orang yang berbeda gender.
15 tahun ke atas : anak diharapkan sudah berperan sebagai manusia dewasa,  berperan sesuai gendernya.

#KuliahBunsayIIP
#Level11
#Day1
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak